Minggu, 27 Mei 2018

Gatot dan Fitri... Pacaran...

Dikisahkan gatot salah satu Santri Pondok Pesantren Nurul Islam Bungo, Gatot mudik kerumahnya di Dusun Danau karena sebentar lagi akan merayakan lebaran di rumah.

Saat itu sudah 3 tahun dia tak pulang ke rumah. Sebelum masuk ke pesantren gatot termasuk anak yang sangat nakal, bahkan ia pernah membuat malu keluarganya karena mabuk-mabukan, dan mencuri uang milik tetangganya.

Selain itu meskipun usianya masih remaja, gatot juga sering gonta-ganti pacar saat ia belum masuk pesantren, dan yang terakhir menjadi pacarnya adalah temannya sendiri saat masih duduk dibangku SMP, yang juga tetangganya, namanya Fitri

Meski telah masuk ke pesantren, namun tak ada kata putus diantara mereka.

Bahkan Fitri pernah berjanji kepada Gatot, bahwa ia akan setia sampai kapanpun.

Fitri pun mendengar kepulangan Gatot dari pesantren, hingga suatu malam saat gatot baru saja pulang dari Sholat Tarawih, Gatot dikagetkan suara ketukan pintu. Setelah mencoba mingintip dari cendela ternyata memang benar itu adalah fitri

Gatot saat itu merasa sangat binggung, dibukakan pintu atau tidak, karena pada saat itu kebetulan keluarganya sedang menghadiri acara di kampung sebelah, dan tinggalah gatot sendirian di rumah.

Karena tak ingin mengecewakan fitri, gatot pun akan membukakan pintu, namun saat itu ia mencari akal agar fitri tak berlama-lama dirumahnya, karena Gatot takut nanti malah jadi fitnah.

Ia masuk ke kamarnya dan memakai sarung yang baru saja ia lepaskan. Setelah memakai sarung, dan pecinya ia langsung bergegas membukakan pintu.

Sepertinya Fitri sangat senang bisa melihat yang pujaan hatinya, setelah menanyakan kabar satu sama lain, Gatot kemudian berkata kepada Fitri, "...Maaf ya malam ini saya ada janjian sama Pak Ustadz Yusuf untuk tadarus bersama di masjid..."

Dan Fitri ternyata memakluminya, dan memepersilahkan Gatot pergi tadarus, namun kali ini Fitri tak bisa ikut, mungkin lain waktu, ungkap Fitri.

Dimalam berikutnya justru Fitri yang selalu mengahampiri Gatot untuk tadarus di Masjid.

Hubungan mereka terus berlanjut hingga mereka berdua lulus dari perguruan tinggi, dan Gatot ternyata menepati janjinya, akhirnya mereka menjadi pasangan suami istri.

Sumber: kisah orang-orang Sekitar.

Indahnya Al Quran....

Yahya bin Aktsan bercerita:

Ketika Ma'mun menjadi seorang amir, dia memiliki sebuah majelis untuk berdiskusi. Suatu ketika, saat orang berdatangan, masuk pulalah seorang Yahudi yang berpakaian rapi, rupawan, dan memakai wewangian. Perkataan dan ungkapannya pun bagus tak kala berbicara.

Setelah majelis itu usai, Ma'mun memanggilnya.

"Anda seorang Yahudi?"

"Ya."

"Masuklah Islam niscaya aku akan memberi apa pun yang engkau minta." Lalu dia mengatakan janji ini dan itu.

Namun orang Yahudi itu menjawab, "Agamaku adalah agama nenek moyangku (masih tetap memeluk Yahudi)."

Setelah berlalu setahun, orang Yahudi itu datang lagi ke majelis tersebut dalam keadaan telah beragama Islam. Dia berbicara tentang fikih dengan bahasa yang sangat bagus dan fasih.

Sesudah majelis selesai, Ma'mun kembali memanggilnya. "Bukankah kau orang yang pada waktu itu?'

"Benar."

"Apa yang membuatmu masuk Islam?"

"Setelah aku meninggalkan majelis ini ketika itu, aku ingin menguji agama-agama. Engkau pun tahu, bahwa tulisanku sangat baik.

Lalu kutulis kitab Taurat sebanyak tiga manuskrip. Kuberi tambahan dan pengurangan di sana sini. Lalu aku masuk ke dalam rumah ibadah, ternyata dibeli dariku.

Demikian pula kutulis kitab Injil sebanyak tiga manuskrip. Kuberi tambahan dan pengurangan di sana sini, lalu aku bawa ke rumah ibadah mereka. Ternyata ketiganya juga dibeli.

Begitupun Alquran, aku tulis sebanyak tiga manuskrip dengan tambahan dan pengurangan di sana sini. Lalu aku bawa ke tempat penggandaan kitab. Mereka memeriksanya selembar demi selembar.

Saat tahu ada tambahan dan pengurangan pada manuskrip tersebut, mereka membuang dan tak mau membelinya. Dari sanalah aku tahu bahwa kitab ini dijaga dan dipelihara. Sebab itulah aku masuk Islam."

Sumber:

Al-Jami' li Ahkamil Qur'an. Imam al-Qurthubi. Juz 12 hal. 180 - 181. Mu'assasah ar-Risalah

Majalah Islami. Adz-Dzakhiirah al-Islamiyah. Vol 55 - hal. 58

artikelislam.net/karena itulah aku masuk islam

Sabtu, 26 Mei 2018

Suamiku.....Mantan pacarmu telepon...

"Suamiku... Mantan Pacarmu Telepon Nih…" Begitu Tahu 'Jawaban Si Suami', Hati Semua Orang Langsung Bergetar dan Merinding !!!

Istri: "Bang, HPmu bunyi tuh…"
Suami  : Halo?
Suami  : Iya, ini siapa?
Wanita : Ini aku, Marissa…
Suami  : Ooh! Wah, ada apa nih tiba- tiba telepon?
Wanita : Kamu bisa keluar sebentar gak? Sekarang aku udah di depan rumahmu.

Ya, Marissa adalah mantan pacar Tommy dulu. Entah mengapa ia tiba- tiba menelepon Tommy yang sudah menikah, bahkan mengajaknya bertemu! Tommy akhirnya minta izin pada istrinya..

"Gakpapa, bang, temui aja dulu… Aku percaya kok sama kamu!", kata istrinya.
Dibawah ini Marissa akan disingkat menjadi 'M', dan Tommy menjadi 'T'.

M     : Pergi minum teh, yuk!
T      : Ada masalah apa? Omongin sekarang aja. Udah malem nih, gak mungkin saya tinggalin istri di rumah sendirian, dia takut gelap.

M     : Aku udah cerai!
T      : Wah, kenapa? Bukannya suamimu sayang banget sama kamu?
M     : Gak, dia brengsek! Bisa- bisanya dia selingkuh dibelakang…*sambil menangis*
T      : Udah… udah…. Jangan sedih lagi, kamu masih muda kok, masih bisa cari yang lebih baik!
M     : Kamu benci aku gak?
T      : Tidak, semua masa lalu sudah dilupakan...
M     : Serius?
T      : Serius! Emang saya pernah bohong sama kamu?
M     :Kamu masih cinta sama aku gak?
T      : … Cinta…
M     : Kalo gitu kita nikah aja! Aku janji kita bakal jadi suami istri yang baik dan saling menyayangi!
T      : Marissa, saya sudah menikah…
M     : Kenapa? Bukannya kamu cintanya sama aku?
T      : Gak bisa, istri saya sangat mencintai saya, saya gak mungkin melukai dia…
M     : Kalau kamu gak berani ngomong, biar aku yang ngomong!
T      : Gak bisa!
M     : Memangnya kenapa?
T      : Karena saya adalah seorang pria.
M     : Kasih aku alasan yang jelas! Jelas- jelas kamu masih cinta sama aku, aku juga cinta sama kamu, kenapa kita gak bisa bersama?
T      : Kamu beneran ingin tahu alasannya?
M     : Iya…

Tommy pun menjawab..
1. Saya tahu mencintai seseorang itu tidak mudah, bahkan saya lebih mengerti bagaimana sakitnya dikhianati! Karena itu saya tidak ingin mengkhianati istri saya..
2. Yang memutuskan memilih dia sebagai pasangan hidup adalah saya, yang mengambil keputusan untuk menikahi dia juga saya. Saya sudah berjanji pada diri saya sendiri untuk memfokuskan hidup saya pada dia, saya tidak boleh melakukan hal- hal yang membuat dia sedih. Apapun masalah yang akan menimpa keluarga kami kedepannya, saya pasti tetap akan berdiri disampingnya dan melindunginya.
3. Dia sangat mencintai saya, dia sangat polos dan sangat baik. Ia melakukan dan memikirkan segala hal untuk saya. Sekarang saya bisa berada di hadapan kamu, juga karena dia yang menyuruh saya menemuimu. Dia tahu saya tidak akan meninggalkan dia, makanya dia pun setuju untuk menikah dan menyerahkan sepenuh hidupnya kepada saya. Kehidupan seorang wanita yang sudah menyerahkan diri, sama sekali tidak boleh diinjak!

T      : Mengerti?
M     : Iya, ngerti… Kalo gitu, kita jadi teman baik aja gimana?
T      : Gak perlu, saya gak perlu teman wanita lain lagi selain istri saya!
M     : Kenapa? Jelasin alasannya!

Tommy menjawab lagi..
Pertama, ketertarikan kita gak sama. Saya suka ini, kamu suka itu…
Kedua, kamu tidak akan bisa memberikan kepuasan seperti yang sudah istri saya berikan.
Ketiga, saya tidak punya waktu untuk menemani kamu belanja atau makan, karena saya akan melakukan semua hal itu dengan istri saya.
Keempat, istri saya bisa cemburu.
Jadi buat apa berteman sama kamu?

Hal yang paling membanggakan untuk pria bukan soal sudah meniduri berapa banyak wanita, melainkan bisa memiliki seorang wanita yang bersedia 'tidur' dengannya seumur hidup.
Hal yang paling membanggakan untuk wanita bukan soal memiliki berapa banyak pria, melainkan berapa banyak wanita yang bisa ditolak oleh pasangannya.

Pria, harus bisa menahan daya tarik dan godaan.
Sedangkan wanita, harus bisa bersabar terhadap rasa kesepian.

Saat istri saya masih gadis, ia hidup dengan keluarganya, dari kecil gak pernah makan sebutir beras dan minum setetes air pun dari keluarga suaminya. Tapi saat sudah menikah, ia harus meninggalkan keluarganya dan menyerahkan setengah masa hidupnya pada saya, ia juga harus menganggap orangtua dan saudara saya sebagai keluarganya. Kamu pikir aja, kalau saya tidak baik pada dia, apa saya masih bisa baik pada hati nurani saya sendiri?

Saat pria menemukan makanan kesukaannya, mereka pasti akan makan sangat banyak sampai puas. Akhirnya perut pun begah dan merasa tidak enak badan. Bayangkan saja, perut baru begah sebentar, para pria sudah tidak bisa tenang, apalagi wanita yang perutnya harus 'begah' selama 9 bulan saat hamil nanti? Tidak hanya itu, setelah bersakit- sakit hamil dan melahirkan, marga anak yang keluar nanti pun harus ikut ayahnya.....
Jadi, kalau saya jahat pada istri, bagaimana saya bisa mempertanggungjawabkan pengorbanan istri yang sangat besar itu?

Oleh karena itu, para suami dan pria yang baik. Janganlah bersikap jahat dan mengkhianati istri yang begitu mengagungkanmu.

Pria dan wanita sama- sama bisa 'sensitif', namun arah kesensitifannya berbeda. Pria sangat sensitif dalam melihat suatu hal atau masalah, bila ada hal yang tidak beres, maka pria akan marah; Wanita sangat sensitif pada perkataan, bila ia mendengar suatu kata atau kalimat yang tidak enak, maka ia sangat mudah untuk memasukkan kata- kata tersebut ke dalam hati dan sedih… Jadi, sebagai seorang pria, kamu harus menurunkan gengsimu, seringlah berkata manis pada istrimu, manjakan dia, dan buat dia senang…

Jangan pernah membandingkan istrimu dengan wanita lain. Fisik setiap orang memang berbeda- beda, mungkin di luar sana banyak wanita yang lebih cantik dan menarik, tapi yang setia belum tentu banyak. Bila kamu sudah mendapatkan istri yang begitu baik dan mengabdi padamu, hargailah dia.

Wanita zaman sekarang pun sudah banyak yang berkarir, sama seperti pria, mereka juga lelah bekerja seharian di luar sana. Terlebih lagi setiap bulannya wanita harus mengalami "penyiksaan datang bulan" selama beberapa hari, percaya deh, jadi wanita itu lebih capek. Setelah pulang kerja, wanita juga masih harus mengurus pekerjaan rumah, anak dan melayani suaminya. Jadilah suami yang bisa mendukung istrimu, ada pepatah mengatakan: Bila suami dan istri bekerja sama, maka keduanya tidak akan lelah. Hal ini bisa diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti di pekerjaan, rumah, menjaga anak dan lain sebagainya.

Sayangilah istrimu sendiri, bila kamu menemukan pasangan hidup yang bahkan lebih  mencintaimu daripada dirimu sendiri, maka hidupmu pasti akan jauh lebih mudah!

Peluk dan kecuplah ia setiap pagi, berterima kasihlah padanya ketika ia membantumu mengurusi segala urusan rumah tangga dan anak, hibur dia saat sedih, lindungi dia dari segala hal yang jahat.

#Mari_Sayangi_Isteri
#Isteri_Anugerah_Terindah
#My_Wife_is_My_Li

Kamis, 17 Mei 2018

Membaca ini... Kenapa air mata ini menetes.....

Jujur saya nangis baca ini... Semoga saya mendapat syafaat beliau ...
Baca sejenak..

Assalamualaikum..
Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat.
Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah.

Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kmdn, penuhlah Masjid dg para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendpt taushiyah dr Rasulullah SAW.

Beliau duduk dg lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yg tengah dilderitanpya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai sahabat2 ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu2nya Tuhan yg layak di sembah?"

Semua sahabat menjawab dg suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kpd kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu2nya Tuhan yg layak disembah."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."

Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yg Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yg menjadikan para sahabat sedih dan terharu.

Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dg manusia."

Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam hati masing2 berkata "Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yang banyak berhutang kpd Rasulullah".

Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba2 bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH, seorang sahabat mantan preman sblm masuk Islam, dia berkata:

"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".

Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tsb tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri di
belakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah".

Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yg sama."

Dengan suara yg agak tinggi, Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."

Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian.

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pd Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. bukankah Baginda sedang sakit..!?"

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah.

Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"

Bilal menjawab dg nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah utk memukul Rasulullah"

Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sdg sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya".

Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.

Tiba2 Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: "Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yg pertama beriman dg apa yg Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabtnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku".

Rasulullah SAW: "Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dg Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah. Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:

"Ukasyah..! kalau engkau mau mukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yg boleh menyakiti Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku..!."

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dg Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah, tiba2 berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.

Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yg sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dg Ukasyah" .

Ukasyah semakin dekat dg Rasulullah. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen.

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon. "Wahai Paman, pukullah kami Paman. Kakek kami sedang sakit, pukullah kami saja wahai Paman. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah, dengan memukul kami sesungguhnya itu sama dg menyakIiti kakek kami, wahai Paman."

Lalu Rasulullah SAW berkata: "Wahai cucu2 kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dg Paman Ukasyah".

Begitu sampai di tangga mimbar, dg lantang Ukasyah berkata:

"Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini."

Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:

"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah"

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa ber-lama2 dlm keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yg sangat indah, sedang bbrp batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian Rasulullah SAW berkata:
"Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu ber-lebih2an. Nanti Allah akan murka padamu."

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh2, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis se-jadi2nya,

Ukasyah berkata:
"Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku
melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dg tubuhmu.

Seumur hidupku aku ber-cita2 dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.

Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku ya Rasulullah..."

Rasulullah SAW dg senyum berkata:
"Wahai sahabat2ku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!"

Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat
bergantian memeluk Rasulullah SAW.

Semoga dengan membaca ini bila ada air mata ini membuktikan kecintaan kita kepada kekasih Allah SWT....

Allahumma sholli 'alaa Muhammad.
Allahumma sholli 'alayhi wassalam ...
Semoga Allah Swt. Sll meridloi kita semua, Amin

Senin, 14 Mei 2018

Seekor Kerbau Ustad Qodri Mati karena Opini...

Bagaimana seekor kerbau bisa mati hanya karena sebuah *OPINI*
:
1. Sehabis pulang dari sawah KERBAU rebahan dikandang dengan wajah lelah dan nafas yang berat. datanglah seekor anjing, kemudian kerbau berkata: "aah..temanku aku sungguh lelah dan kalau boleh besok aku ingin istirahat sehari saja".

2. ANJING pergi dan ditengah jalan dia berjumpa dengan kucing yang sedang duduk di sudut tembok, kemudian anjing berkata: "tadi saya bertemu dengan kerbau dan dia besok ingin beristirahat dulu. sudah sepantasnya sebab boss beri kerjaan terlalu berat"

3. KUCING lalu bercerita kepada kambing: "Kerbau komplain boss kasi kerjaan terlalu banyak dan berat, besok dia tidak mau kerja lagi".

4. KAMBING pun bertemu ayam dan dia berkata: "Kerbau tidak senang bekerja dengan boss lagi , mungkin ada pekerjaan yang lebih baik lagi".

5. AYAM pun berjumpa dengan monyet dan dia bercerita pula: "Kerbau tidak akan kerja lagi untuk boss dan ingin kerja ditempat yang lain".

6. Saat makan malam MONYET bertemu boss dan berkata: "Boss, si kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifat nya dan ingin meninggalkan boss untuk kerja di boss yang lain".

7. Mendengar ucapan monyet sang BOSS MARAH BESAR dan tanpa bertanya terlebih dahulu dia lalu menyembelih si kerbau karena dinilai telah berkhianat kepadanya.

Ucapan asli kerbau: *"SAYA LELAH DAN BESOK INGIN ISTIRAHAT SEHARI"* lewat beberapa teman ucapan ini telah berubah dan sampai kepada sang boss menjadi: "Si kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan ingin meninggalkan bossnya dan kerja pada boss yang lain".
Sangat baik untuk disimak:

1. Adakalanya *SATU PEMBICARAAN BERHENTI* hanya sampai telinga kita saja dan *TIDAK USAH* sampai kepada telinga orang lain.
2. *JANGAN TELAN BULAT-BULAT* atau percaya begitu saja *SETIAP BERITA* atau perkataan orang lain sekalipun itu keluar dari mulut orang terdekat kita. kita perlu *CHECK* and *RECHECK KEBENARANNYA* sebelum bertindak atau memutuskan sesuatu, konfirmasi dan crosscheck kepada sumbernya langsung.

3. *KEBIASAAN MENERUSKAN PERKATAAN* / berita dari orang lain bahkan dengan menambah atau menguranginya atau menggantinya dengan persepsi dan asumsi kita sendiri *BISA BERAKIBAT FATAL*.

4. *BILA RAGU* dengan ucapan / berita dari seseorang atau siapapun sebaiknya kita bertanya langsung kepada yang bersangkutan untuk *MENANYAKAN KEBENARAN INFORMASINYA* tsb.

Note:
*JADIKAN DIRI KITA FILTER* sehingga kita tidak mendatangkan celaka bagi orang lain atau *KEKELIRUAN INFORMASI

Sabtu, 12 Mei 2018

Istriku Menjaga Kehormatanku....

SEORANG ISTRI MENUTUPI KEMISKINAN SUAMINYA.

Ada sebuah kisah, ketika seorang suami menangis kepada sahabatnya.

Sahabatnya itu pun bertanya, "Kenapa kau menangis tersedu-sedu seperti ini?"

Sang suami menjawab, "Istriku sedang sakit demam"

Sahabatnya bertanya lagi, "Sebegitu cintanyakah kau?Sehingga istri sakit demam saja sampai menangis sangat dlm seperti ini?

Sang suami menjawab, "Kau tahu siapa istriku?".

Lalu sang suami menceritakan pada sahabatnya, Aku ini miskin, tdk punya pekerjaan tetap & setiap hari keluargaku hanya makan dngn kacang,itu pun jika aku pulang.

Jika aku tak pulang karena blm mendapat apa "untuk dimakan paling istriku hanya minum air atau berpuasa.

Suatu hari keluarga mertuaku mengundang kami untuk berkunjung ke rumahnya, kebetulan istriku berasal dari keluarga kaya.

Saat aku duduk berkumpul bersama mertuaku & keluarga yang lain di meja makan dengan hidangan yang mewah, aku tidak menemukan istriku. Lalu aku bertanya kepada ibu mertuaku,

"Dimanakah dia ibu?". Ibu mertuaku menjawab, "Istrimu sedang di dapur, dia mencari kacang.....Katanya dia sudah bosan dngn hidangan lauk & daging, sehingga dia sangat ingin makan kacang"
Ketika mendengar itu ayah mertuaku langsung memelukku sambil berkata,... "Terima kasih menantuku kau telah mencukupi nafkah anakku dngn baik, sampai "dia bosan makan daging & malah ingin mencoba makan kacang."

Saat itu dadaku tersesak, menahan tangis.

Lalu saat pulang ke rumah kami aku tak bisa lagi menahan tangis, sambil ku peluk erat istriku ...

"Betapa engkau sangat menjaga kehormatanku di hadapan orang lain wahai istriku walau pun itu orang tuamu sendiri, sedangkan aku tahu setiap hari kau hidup kekurangan disini, bahkan sampai tdk makan sama sekali."

Istriku hanya menjawab, "Aku berkewajiban menjaga kehormatanmu, Karena istri adalah pakaian suami & suami adalah pakaian istri. Karena itu istri adalah kehormatan suaminya, begitu juga pun sebaliknya suami adalah kehormatan bagi isterinya".

SEMOGA BERMANFAAT