Minggu, 27 Mei 2018

Indahnya Al Quran....

Yahya bin Aktsan bercerita:

Ketika Ma'mun menjadi seorang amir, dia memiliki sebuah majelis untuk berdiskusi. Suatu ketika, saat orang berdatangan, masuk pulalah seorang Yahudi yang berpakaian rapi, rupawan, dan memakai wewangian. Perkataan dan ungkapannya pun bagus tak kala berbicara.

Setelah majelis itu usai, Ma'mun memanggilnya.

"Anda seorang Yahudi?"

"Ya."

"Masuklah Islam niscaya aku akan memberi apa pun yang engkau minta." Lalu dia mengatakan janji ini dan itu.

Namun orang Yahudi itu menjawab, "Agamaku adalah agama nenek moyangku (masih tetap memeluk Yahudi)."

Setelah berlalu setahun, orang Yahudi itu datang lagi ke majelis tersebut dalam keadaan telah beragama Islam. Dia berbicara tentang fikih dengan bahasa yang sangat bagus dan fasih.

Sesudah majelis selesai, Ma'mun kembali memanggilnya. "Bukankah kau orang yang pada waktu itu?'

"Benar."

"Apa yang membuatmu masuk Islam?"

"Setelah aku meninggalkan majelis ini ketika itu, aku ingin menguji agama-agama. Engkau pun tahu, bahwa tulisanku sangat baik.

Lalu kutulis kitab Taurat sebanyak tiga manuskrip. Kuberi tambahan dan pengurangan di sana sini. Lalu aku masuk ke dalam rumah ibadah, ternyata dibeli dariku.

Demikian pula kutulis kitab Injil sebanyak tiga manuskrip. Kuberi tambahan dan pengurangan di sana sini, lalu aku bawa ke rumah ibadah mereka. Ternyata ketiganya juga dibeli.

Begitupun Alquran, aku tulis sebanyak tiga manuskrip dengan tambahan dan pengurangan di sana sini. Lalu aku bawa ke tempat penggandaan kitab. Mereka memeriksanya selembar demi selembar.

Saat tahu ada tambahan dan pengurangan pada manuskrip tersebut, mereka membuang dan tak mau membelinya. Dari sanalah aku tahu bahwa kitab ini dijaga dan dipelihara. Sebab itulah aku masuk Islam."

Sumber:

Al-Jami' li Ahkamil Qur'an. Imam al-Qurthubi. Juz 12 hal. 180 - 181. Mu'assasah ar-Risalah

Majalah Islami. Adz-Dzakhiirah al-Islamiyah. Vol 55 - hal. 58

artikelislam.net/karena itulah aku masuk islam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar