Senin, 17 Desember 2018

Tidak meski Juara 1

Share dari tulisan Bu Elly Risman

Pas banget waktunya untuk sama2 merenung bertepatan dengan pembagian raport anak sekolah. Jangan bebani anak dengan kewajiban harus rangking, harus juara 1, masa teman mu juara 1 kamu 10 besar aja ga bisa. Kaya nya aib banget klo anak ga juara, anak ga rangking. Malu sama anak tetangga yang selalu rangking.

Pak, bu..come on..syarat jadi sukses bukan harus rangking 1. Selama anak suka dan senang belajar, dukung saja sesuai minat dan bakatnya. Ga perlu juara 1 atau rangking 1. Klo dapat rangking 1, anggap aja bonus. Jangan dijadikan beban ke anak.

Thomas Alva Edison itu dianggap anak yg sangat bodoh sampai2 gurunya menolak mengajar dia dan memulangkan ia ke ibunya. Hari ini kita bisa menikmati cahaya lampu, semua karena kegigihan ibu Edison yang selalu ikhlas melatih dan mengajarinya di rumah saat tidak ada 1 sekolahpun yang mau menerimanya.

Isaac Newton sempat trauma sekolah, karena dicap anak bodoh lantaran tak pandai berhitung. Lalu ia tahu bahwa ia tak suka diperintah, ia gemar bereksperimen dan belajar sendiri, hingga sejarah mencatatnya sebagai ilmuwan abad modern.

Belajar membesarkan anak apa arti kegagalan. Agar tahu makna belajar dari setiap kegagalan dan menghargai setiap proses perjuangan. Gagal rangking 1 jangan jadi masalah yaaaa

Tamelia
Mom of 3 kiddossss
-----

KAJIAN PARENTING

By  : Ibu Elly Risman
( Senior Psikolog dan Konsultan, UI )

Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi Allah yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .

Jangan memainkan semua peran,

ya jadi ibu,
ya jadi koki,
ya jadi tukang cuci.

ya jadi ayah,
ya jadi supir,
ya jadi tukang ledeng,

Anda bukan anggota tim SAR!
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya. Tidak ada sinyal S.O.S!
Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.

#Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, "Sini...Ayah bantu!".

#Tutup botol minum sedikit susah dibuka, "Sini...Mama saja".

#Tali sepatu sulit diikat, "Sini...Ayah ikatkan".

#Kecipratan sedikit minyak
"Sudah sini, Mama aja yang masak".

Kapan anaknya bisa?

Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana, Apa yang terjadi ketika bencana benar2 datang?

Berikan anak2 kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.

Kemampuan menangani stress,
Menyelesaikan masalah,
dan mencari solusi,
merupakan keterampilan/skill yang wajib dimiliki.

Dan skill ini harus dilatih untuk bisa terampil,
Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim!

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi,
tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.

Tampaknya sepele sekarang...
Secara apalah salahnya kita bantu anak?

Tapi jika anda segera bergegas mnyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.

Sakit sedikit, mengeluh.
Berantem sedikit, minta cerai.
Masalah sedikit, jadi gila.

Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ nya.

AQ?
Apa itu?
ADVERSITY QUOTIENT

Menurut Paul G. Stoltz,
AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.

Bukankah kecerdasan ini lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?

Perasaan mampu melewati ujian itu luar biasa nikmatnya.
Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tidak sanggup lagi.

So, izinkanlah anak anda melewati kesulitan hidup...

Tidak masalah anak mengalami sedikit luka, sedikit menangis, sedikit kecewa, sedikit telat, dan sedikit kehujanan.

Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan.
Ajari mereka menangani frustrasi.

Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel,
Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari?

Bisa2 anak anda ikut mati.

Sulit memang untuk tidak mengintervensi,
Ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih.

Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua.

Tapi sadarilah,
hidup tidaklah mudah,
masalah akan selalu ada.
Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,
yang kadang tidak bisa dihindari.

Selamat merenung

Minggu, 02 Desember 2018

Mari berfikir Positif

KENAPA Murid Ini Menjawab 3 x 7 = 21,
Tapi Malah Dihukum Cambuk 10  Kali,
Alasan Sang Guru Sangat Mengharukan
Siapa Yang Benar

Alkisah, hidup seorang guru yang sangat dihormati karena tegas & jujur.
Suatu hari, 2 muridnya menghadap guru.
Mereka bertengkar hebat & nyaris beradu fisik.
Keduanya berdebat tentang hasil hitungan 3 x 7.

Murid pandai mengatakan hasilnya 21.
Murid bodoh bersikukuh hasilnya 27.

Murid bodoh menantang murid pandai supaya gurunya menilai siapa yang benar diantara mereka.

Murid bodoh mengatakan : “Jika saya yang benar 3 x 7 = 27, maka kamu harus mau dicambuk 10 kali oleh Guru. Tetapi kalau kamu yang benar (3 x 7 = 21), maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri. Haaaaaa…hhaa..” Demikian si bodoh menantang dengan sangat yakin akan pendapatnya. “Katakan guru, mana yang benar?” Tanya murid bodoh.

Ternyata guru memvonis cambuk 10x bagi murid yang pandai (yang menjawab 21). Murid pandai protes… tapi gurunya menjawab : “Hukuman ini bukan untuk hasil hitunganmu, tapi untuk ketidak-arifanmu karena berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalo 3×7 adalah 21.”
Guru melanjutkan : “Lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi arif dari pada guru harus melihat 1 nyawa terbuang sia-sia”.
Pesan Moral : *Hindari berdebat dengan orang yang tidak menguasai data permasalahan, dan ilmu, sebab bila mental kita masih lemah maka hanya emosi dan permusuhan yang didapat*. Berdebat/bertengkar untuk sesuatu yang tidak perlu diperebutkan kebenarannya hanya akan menguras energi percuma. *Ada saatnya kita diam untuk menghindari/mengakhiri perdebatan yang tidak perlu*.
Diam bukan berarti kalah,
Menang juga bukan hal yang luar biasa apalagi menang lawan orang bodoh.
*Pemenang sejati adalah orang yang mampu menaklukkan egonya sendiri*.
Setiap orang mendambakan kedamaian hidup.

Sebelum berdamai dengan orang lain,
Sebaiknya berdamailah dulu dengan diri sendiri.

Semoga bermanfaat yaa...

Selasa, 20 November 2018

Aku Korban Kekerasan Guru

Perkenalkan, aku Indah. Lulusan terbaik Universitas Negeri Jakarta.
Kapan aku duduk di bangku SD? Pada masa teknologi masih Radio dengan antena, dan Televisi masih hitam putih dikeroyok semut.

Aku korban kekerasan guru sejak kelas tiga SD. Masih segar di ingatan, wali kelasku, Pak Yunus, berteriak marah, "hey, kamu! Maju ke depan kelas!" Dengan wajah menantang aku berdiri, menghampiri beliau.

"Selesaikan soal ini!" Lelaki empat puluh tahun itu memukul papan tulis dengan penggaris kayu. "Salah sedikit saja, habis kamu!" Aku dengan yakin mengerjakan soal matematika yang ia berikan.

"Sudah, Pak." Aku berseru dengan sombong. Yakin kalau jawabanku pasti benar.

Tapi ....

Plak ...! Penggaris dengan panjang satu meter itu mendarat di tubuh bagian belakangku. "Kamu perempuan, tapi bengal minta ampun! Duduk!" Aku kembali ke kursi sambil mengusap bagian yang sakit.
.
Di lain kesempatan, saat aku kelas lima, aku di panggil wali kelas dua, guru wanita yang terkenal killer, kejam dan suka menghukum. Namanya Bu Hernita. Matanya menakutkan, selalu membawa rotan di tangannya.

"Indah, kamu tadi memukul siswa kelas dua. Betul?" Aku biasanya selalu berani menghadapi guru, tapi hari itu, aku tertunduk takut. "Jawab...!" Wanita itu berteriak sambil memukul meja.

Aku benar-benar mati gaya waktu itu. Darah premanku menghilang. Padahal aku sudah sering dipanggil guru, tapi selalu selamat dari guru satu ini. Tapi kali ini, sepertinya adalah hari sialku.

"Kemari...!" Tanganku di tarik mendekat, "kepalkan tanganmu!" Aku menuruti, dan tiga puluh pukulan mendarat di kepalan tangan kecilku. Menangis? Ya, aku menangis, tentu saja, kalian boleh mencobanya, kalau tidak percaya, rasanya sakit!

"Aku akan laporkan pada ayahku!" Aku menangis dan berteriak, mengambil tas di kelas dan berlari pulang.

Tiba di rumah, aku menceritakan semuanya dengan jujur. Apa tanggapan ayahku? Dia menggandeng tanganku, dan kembali ke sekolah. Aku tersenyum penuh kemenangan.

"Rasakan ...." kataku dalam hati.

Tapi ... tiba di sekolah, Ayah menghampiri Bu Hernita, dan berkata, "hukum dia lebih keras lagi, Bu, karena dia tidak sadar apa kesalahannya." Ayah meraih penggaris dan memukul tanganku berulang kali. Dan Bu Hernita menghentikan tindakan Ayah. "Di sekolah, hanya kami yang boleh menghukum. Bapak boleh pulang...!" tegas Bu Hernita.

Setelah Ayah pulang, Bu Hernita membawaku ke lapangan. Mengumpulkan semua siswa.

"Dengar semuanya! Mulai hari ini, Ibu tidak mau ada yang berteman dengan Indah ... kalau ada yang berteman, akan Ibu hukum! Faham?" Tatapan Bu Hernita beralih padaku, "dan kamu, kalau masih bersikap seperti ini. Ibu akan keluarkan kamu dari sekolah!" Kemudian beliau berlalu begitu saja.
.
Terhitung sejak hari itu, aku tidak memiliki satu orang teman pun. Semua teman menjauh setiap kali aku mendekat.
.
Aku sudah kelas lima menuju kelas enam waktu itu, usiaku bukan balita lagi. Aku sudah remaja, seharusnya sikapku tak seburuk itu.
.
Sampai pada puncak yang membuat aku terpukul lebih keras dari pukulan Bu Hernita, sore itu sepulang sekolah aku di panggil kepala sekolah. Saat aku masuk, ada Bu Hernita di sana.
.
"Indah, nilai kamu sejak kelas satu tidak buruk. Kelas satu sampai kelas dua,  kamu selalu juara umum. Apa kamu tidak bertanya-tanya, kenapa di kelas tiga sampai kelas lima kamu tidak juara?" Kepala sekolah ku bernama Pak Sudirman, orangnya sangat lembut. Berbicara dengan penuh kasih sayang, "nilai kamu masih tinggi. Bahkan lebih tinggi dari peraih juara umum kita. Tapi perilaku kamu ini, yang membuat nilai angka rapormu tidak ada gunanya."
.
Aku tertunduk, Bu Hernita mengusap kepalaku. "Kemari, dengarkan Ibu." Jujur baru sekali itu aku melihat Bu Hernita selembut kapas berbicara padaku.
.
"Kamu tahu, Ndah? Apa yang paling berguna? Bukan angka-angka di rapor itu. Melainkan ... ini." Tangan beliau menyentuh dadaku. Aku sudah remaja waktu itu, dan sudah sangat memahami maksud beliau. Bagaimana rasanya? Malu! Ingin menangis, tapi tidak bisa. Jadinya? Sesak di dada!
.
"Begini, apa Ndah mau berubah? Karena kalau Ndah seperti ini terus, sekolah tidak akan meluluskan." Aku melihat ke arah Bu Hernita, aku tahu beliau serius.

"Mau berubah?" Bisik beliau pelan. Aku mengangguk. Pelan.

"Ndah janji, Ndah berubah, Bu. Ndah janji gak nakal lagi!"
======

Sejak hari itu, aku adalah Indah yang baru. Aku terlahir menjadi pribadi yang berbeda. Dan benar saja, saat kelas enam, aku kembali meraih juara umum.

Aku lulus tes dengan nilai terbaik di SMP favorit. Juga masuk dan lulus SMA dengan nilai yang masih sangat memukau, hingga aku berhasil meraih beasiswa sampai menyelesaikan S1.

Ketika lulis SMA, aku berkunjung kerumah Bu Hernita, menanyakan satu hal yang dulu tidak berani aku tanyakan.

"Kenapa di rapor, meski aku tidak juara, nilaiku masih di tulis dengan jujur?"

Beliau menjawab, "karena itu nilai kamu. Kami tidak berhak mempermainkannya."

Bertanya-tanya apa saja kenakalanku? Banyak teman-teman. Aku memukul adik dan kakak kelas, padahal mereka tidak sengaja menginjak kakiku waktu antri beli makan di kantin. Aku membuang buku PR teman sekelas yang sering mengangguku, terlebih aku ini perempuan. Dan masih banyak lagi kenakalanku yang lain, sejak kapan? Sejak aku kelas tiga. Luar biasa bukan? Ya, aku anak nakal yang selalu di pukul oleh guru, nyaris setiap hari.

Akulah Indah, korban kekerasan guru, yang berhasil meraih gelar sarjana dengan masa kuliah tiga tahun.

Akulah Indah, korban kekerasan guru, yang setiap hari memiliki luka di bagian jari.
Apakah kedua orang tuaku melaporkan mereka? Ooh tidak! Orang tuaku tahu, bagaimana sifat dan sikapku. Itulah kenapa mereka akan tambah memarahiku, setiap kali aku terkena hukuman.

Akulah Indah, korban kekerasan guru, yang sangat berterimakasih pada rotan dan penggaris kayu itu.

Namaku, Indah. Aku bahagia guruku pernah memukul saat aku nakal.

Terimakasih, Bu Hernita, rotan itu bukan hanya melukai tanganku. Tapi juga berhasil memukul keras batu yang ada di hatiku.

Beliau selalu memanggilku "Ndah" kalau aku sedang tidak bermasalah. Tapi saat aku berbuat salah, beliau akan menyebut namaku "Indah!" Dengan sangat keras.

Aku memakai nama 'Ndah' karena aku berterimakasih pada beliau.

=========

Bu, Pak, tahukah anda?
Hanya anda yang tahu karakter anak-anak anda. Bagaimana bisa anda lepaskan tanggung jawab kepada gurunya di sekolah? Tapi anda menahan hak didik bagi mereka atas anak anda.

Bu, Pak, pikirkanlah, apakah mungkin seorang guru tiba-tiba memukul siswanya tanpa kesalahan?

Bu, Pak, mereka menggunakan tangan untuk menjewer. Tapi mereka menghabiskan setengah hidupnya untuk keberhasilan anak anda.

Saat anak anda menjadi dokter, anda berkata dengan bangga, "ini anakku, menjadi dokter karena kerja kerasku!"
Bu, Pak, pernahkah saat anak anda pintar membaca, lantas anda berterimakasih, pada gurunya?
Saat anak anda pandai menghitung, pernahkah berpikir untuk mendoakan gurunya?

Bu, Pak, kalian mengirim mereka ke sekolah, karena kalian tahu, mereka butuh seorang guru. Lantas, mengapa saat anak anda mendapat secuil cubitan, jeweran, lantas anda melaporkan gurunya ke polisi? Memenjarakan gurunya begitu saja.

Bu, Pak, anda tahu karakter anak anda. Pikirkanlah kenapa mereka di jewer, di cubit. Karena gurunya menyayangi mereka, memperlakukan mereka seperti anak sendiri.

Bu, Pak, aku bukan guru, tapi aku adalah korban kekerasan guru, dan aku bangga guruku bersikap keras terhadapku. Karena kalau tidak, maka aku tidak akan seperti sekarang.

Bu, Pak, tidak perlu membawa bingkisan untuk gurunya. Cukup hargai mereka, tundukkan kepala dan ingat bagaimana peranannya untuk masa depan putra dan putri anda.

Mereka guru, dengan tulus mendidik, tapi di rumah, anda memberi anak-anak dengan gadget, dan tontonan televisi yang tak bermoral. Lalu, anda menyalahkan guru ketika anak anda berperangai buruk.

Kilau emas yang anda pakai itu, adalah hasil kerja keras penambang yang digaji tak seberapa.

Begitulah kerasnya kerja seorang pembentuk, seperti guru.

Kamis, 25 Oktober 2018

Anakku biasa Saja...

Oleh : Wulan Darmanto

***

Pagi ini saya terdiam lama saat ada teman yang mengupload nilai rapor anaknya. Betapa cerdas anak kawan ini. Empat mata pelajaran mendapat nilai sempurna, 100. Dan sisanya 90 lebih.

Kira-kira apa yang dirasakan oleh ibu dari anak-anak yang berprestasi ini ya?

Saya jadi ingat saat suatu sore, ketika saya sedang memotong sayuran di dapur, Kaisar (10 tahun) sulung kami, merapat ke lengan saya. Nggelendot.

“Bun tahu Faras nggak? Kenapa dia pinter banget ya bun..”

Saya masih berkonsentrasi pada sayuran di tangan, tidak memusatkan perhatian padanya, atau melingkarkan lengan di bahunya.

“Faras yang rumahnya di blok sana itu? pinter ya dia?”

“Iya bun. Saking pinternya, kalo ada lomba apa-apa, selalu Faras yang dikirim..”

Kali ini saya merasa perlu untuk menghentikan kegiatan memotong.

“Pinter itu gimana sih Kai?” tanya saya, mengangkat dagunya yang ditekuk serendah mungkin.

“Ya kalo di kelas dia tuh selalu paling duluan ngerjain soal. Matematika dia jago bun, seratus mulu. Pokoknya alim deh bun, kemana-mana bawanya buku..”

“Nggak kaya kamu ya Kai, kemana-mana bawanya raket.” Canda saya.

Dan candaan ini masih saya teruskan dengan kalimat yang sebenarnya bisa saja melukai perasaannya. Dengan dia menceritakan kehebatan Faras kepada ibunya, sejatinya dia sedang insecure kan dengan ‘kehebatan’ yang dia punya? Tapi saya malah menambah-nambahi deritanya.

“Makanya, kalo belajar jangan ngeluh mulu. Baru ngerjain soal matematika dua biji aja udah bilang capek.”

Kaisar diam. Dan beralih ke adik bungsunya.

“Bun mau mandi? Sini adek kujagain..”

Saya melihat kakak beradik ini dengan hati sedih. Ya Allah, apa yang barusan saya lakukan padanya? Ia sebenarnya ingin ditenangkan hatinya. Ingin dibilang “Nggak papa matematika nggak 100. Yang penting kamu sudah berusaha..” tapi lihatlah apa yang barusan saya ucapkan padanya.

“Bun adek kugendong aja ya kuajak ke luar biar diem. Nggak usah pake jarik aku kuat kok.”

Kaisar..

Anak ini, adalah anak yang selalu takjub dengan kawannya yang ‘hebat’.

Yang ranking 1, yang menang lomba ini itu dan diundang ke sana-sini, yang pintar berhitung, yang disenangi guru-guru. Yang semua itu tidak ia punyai.

Kalau sedang waras, sebagai ibunya, saya pandai sekali menelisik dan melihat, bahwa meski secara akademis biasa-biasa saja, ia punya kehebatan lain yang sebenarnya layak dibanggakan juga. Kai selalu mentaaati perintah ibunya, sesulit apa pun keadaan dia (meski dalam hati ngedumel. Ya.. saat seusia dia pun saya menggerutu saat disuruh ibu membeli minyak tanah di warung sebelah)

Tapi kalau kewarasan sudah hilang, hati saya yang sombong ini akan berkata: ‘Dulu aku sering ranking 1, kuliah juga jadi lulusan terbaik dengan predikat cum laude. Kenapa anakku biasa aja?’

Saya pernah sharing dengan kawan baik saya. Yang adalah manusia cerdas, dan nilai akademisnya jangan ditanya. Ia bilang, kalau bisa anaknya jangan sampai mengikuti jejaknya. Selalu ranking 1 dan penuh prestasi.

“Kamu tahu nggak susahnya jadi anak berprestasi? Stress lho. Aku takut mengecewakan orangtua. Jadi kalo nilaiku turun sedikit aja, aku kaya orang depresi.”

Wah ini menarik. Saat orang lain setengah mati ngidam anak berprestasi, kok orang ini malah anomali.

“Dengan anakku bukan juara kelas, dia terjaga dari stress. Dari kehilangan kerendahan hati. Aku juga terjaga dari ujub. Dan bisa menggali minat bakat dia yang lain..”

Ah ya… bisa jadi ini hanya kalimat ‘pembenaran’ dari seorang ibu yang anaknya tidak berprestasi. Sama seperti orang gemuk yang sebenarnya ingin kurus, tapi selalu bilang ‘Ah aku lebih senang badan segini, dilihat lebih seger..’ padahal dia sendiri depresi dengan bentuk tubuhnya.

Tapi saya kenal betul siapa kawan baik saya ini. Apa yang ia bilang, itulah yang benar-benar sedang ia pikirkan.

Dan bahaya ujub dari kepemilikan terhadap anak berprestasi? Ah.. di era sosmed ini siapa sih yang tidak tergoda untuk menyombongkan diri..

“Wes to, anak itu nggak ada yang biasa. Semua luar biasa. Titan-mu itu, luar biasa. Kan cuma dia to, anak kelas 2 yang sudah dikenal semua guru di sekolah karena ulahnya? Lho ini luar biasa…” guraunya. Menyentak batin saya.

Saya selalu tidak adil dalam menilai anak-anak. fokus pada kekurangannya, lupa pada kebaikan yang entah mengapa tidak ada nilainya di mata saya.

Pada Titan, saya selalu mengeluhkan tingkah polahnya. Lupa bahwa anak ini sangat mudah beradaptasi, sangat pemberani. Hal yang tidak dimiliki Kaisar.

Pada Kaisar, saya selalu mengeluhkan sifatnya yang sensitif, yang ‘lemah’, lupa bahwa dia selalu ingin menyenangkan hati saya. Asisten momong yang bisa saya percaya.

Mereka, anak-anak kita itu, menerima kita begitu saja. tanpa ada cela apa-apa.

Meski ibunya gendut, meski jerawatan, meski bau badan, meski cerewet, meski tidak pintar, mereka menerima dan sayang pada ibunya.

Tapi lihatlah apa yang sudah saya perbuat pada anak-anak yang ‘biasa-biasa saja’ ini 😰

Anak pintar, adalah berkah Allah untuk orangtuanya.

Anak yang biasa-biasa saja, sebenarnya pun berkah Allah untuk orangtuanya juga.

Sayangnya, karunia hanya dimaknai ketika anak dapat emas permata dan piala. Bukan tembaga.

Wulan Darmanto

Minggu, 21 Oktober 2018

Selamat Hari Santri....

Selamat hari SANTRI.
SEORANG GADIS DILAMAR SANTRI SARUNGAN..

Anak : Bu...  Aku dilamar
Ibu    : sama siapa...?
Anak : seorang  santri Bu...
Ibu    : terima saja nak...!
Anak : kok...  Langsung diterima ???
Ibu    : Perintah Allah yang banyak  senantiasa ia jaga untuk dilaksanakan, apalagi hanya kamu seorang saja pasti kan ia jaga selalu.

Anak : tapi, tidak punya gelar!  Hanya Santri saja bu ?
Ibu   : gelar tinggi seperti master atau profesor,  hanya menguasai satu bidang tertentu.  Tapi santri bisa menguasai banyak ilmu, seperti ilmu keimanan, kesabaran, ketawadhu'an dan pandai bersyukur bahkan ilmu memuaskan kebutuhan intim sekalipun,.
Anak : tampilannya hanya peci sama sarung lho Bu.
Ibu   : *sarung hanya bungkusnya yg penting isinya nak*

SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL 22-oktober-2017 🙏🙏

Jumat, 07 September 2018

Kisah Ular dan Gergaji

Seekor ular memasuki gudang tempat kerja seorang tukang kayu di malam hari.

Kebiasaan si tukang kayu adalah membiarkan sebagian peralatan kerjanya berserakan dan tidak merapikannya.

Nah ketika seekor ular itu masuk ke gudang tukang kayu, secara kebetulan ia merayap diatas gergaji, tajamnya gergaji menyebabkan perut ular terluka. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya,ular itu pun membalas dgn mematuk gergaji itu berkali - kali.

Serangan yg bertubi-tubi menyebabkan luka parah di bagian mulutnya, marah dan putus asa ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya. Ular pun lalu membelit kuat gergaji itu, belitan yang menyebabkan tubuhnya terluka parah akhirnya ular itu mati binasa. Di pagi hari si tukang kayu menemukan bangkai ular tersebut di sebelah gergaji kesayangannya.

Sahabat...
Kadangkala di saat marah, kita ingin melukai orang lain. Setelah semua berlalu, kita baru menyadari bahwa yang terluka sebenarnya adalah diri kita sendiri. Banyak perkataan yang terucap dan tindakan yang dilakukan saat amarah menguasai, sebanyak itu pula kita melukai diri kita sendiri.
Ketahuilah dendam benci/curiga/pikiran negatif apapun itu, sebenarnya bagaikan ular yang membelit gergaji, telah ribuan kali muncul dalam pikiran kita yg menusuk dan membakar hati kita sendiri.

Latihlah setiap saat untuk mengampuni, memaafkan dengan tulus, mampu dgn cepat melepaskan & membuang sampah pengotor hati dan pikiran kita sendiri.
DEMI MASA...??

Minggu, 02 September 2018

Kisah Mukidi...Luar Biasa

#Mukidi sekarang sudah Sadar , Tobat dan Alim Setelah Masuk Pesantren dan ikut Liqo#

Seorang wanita gaul bertanya pada Mukidi yang sdh soleh:

Wanita: "Kenapa sih kamu nggak mau bersentuhan tangan denganku? Emangnya aku ini hina ya?"

Mukidi: "Bukan begitu Mba, Justru saya lakukan itu karena saya sangat menghargai Mba sebagai seorang wanita"

Wanita: "Maksudmu?"

Mukidi : "Coba saya tanya sama Mba, apakah boleh seorang rakyat jelata menyentuh tangan putri keraton yang dimuliakan?"

Wanita: (Sambil mengernyitkan dahi) "T..Tentu gak boleh sembarangan dong!"

Mukidi : "Nah, Islam mengajarkan bagaimana kami menghormati semua wanita layaknya ratu yang ceritakan tadi. Hanya pangeran saja yang layak menyentuh tuan putri".

Wanita: (Sambil agak malu) "Oh.. Terus kenapa sih mesti pakai menutup tubuh segala, pake kerudung lagi, jadi gak keliatan seksinya"

MUKIDI : (Membuka sebuah rambutan, lalu memakannya sebagian. Dan mengambil sebuah lagi sambil menyodorkan 2 buah rambutan itu pada wanita tersebut) "Kalau Mba harus memilih, pilih rambutan yang sudah saya makan atau yang masih belum terbuka"

Wanita: (Sambil keheranan dan sedikit merasa jijik) "Hi.. Ya saya pilih yang masih utuh lah, mana mau saya makan bekas Mas".

Mukidi : (Sambil tersenyum) "Tepat sekali, semua orang pasti memilih yang utuh, bersih, terjaga begitu juga dengan wanita. Islam mensyariatkan wanita untuk berhijab dan menutup aurat semata-mata untuk kemuliaan wanita juga".

Wanita: "Terimakasih ya, aku semakin yakin untuk berhijab dan menutup aurat, Islam memang sangat memuliakan wanita.
Subhanallah. Ngomong-ngomong Mas Mukidi sudah punya pacar belum?"

Mukidi: "Mmm.. Saya belum punya dan bertekad tidak akan punya pacar."

Wanita : (Kebingungan) "Loh, kenapa? Bukannya semua muda-mudi sekarang punya temen istimewa"

Mukidi: "Begini Mba, kira-kira kalau Mba diberi hadiah handphone, ingin yang bekas atau yang masih baru??"

Wanita: "Ya jelas yang baru lah"

Mukidi: "Kalau suatu saat Mba menikah, mau pakai baju loakan yang harganya Rp.50.000/3 potong atau gaun istimewa yang harganya Rp.20 juta keatas"

Wanita: "Ih.. Mas ini. Ya pasti saya pilih gaun istimewa, mana mau saya pakai baju loakan, udah bekas dipegang orang, gak steril lagi. hi..."

Mukidi: "Nah, begitu juga Islam memandang pacaran Mba. Kami, diajarkan untuk menjunjung ikatan suci bernama pernikahan. menjadi pasangan yang saling mencintai karenaNya. Yang menjaga kesucian dan kehormatan dirinya sebelum akad suci itu terucap. Karena kami hanya ingin mempersembahkanyang terbaik untuk pasangan kami kelak"

Wanita: (Hatinya berdebar-debar tak menentu, kata-kata pemuda tadi menjadi embun bagi hatinya yang selama ini hampa. Matanya pun menetes) "Mas, aku semakin merasa banyak dosa. Masihkah ada pintu taubat untukku dengan semua yang sudah aku lakukan?"

Mukidi : (Matanya berbinar, perkataannya berat) "Mba, jikalah diibaratkan seorang musafir kehilangan unta beserta makanan dan minumannya di gurun pasir yang tandus. Maka kebahagiaan Allah menerima taubat hambanya lebih besar dari kebahagiaan musafir yang menemukan untanya kembali. Kalaulah kita datang dengan membawa dosa seluas langit, Allah akan mendatangi kita dengan ampunan sebesar itu juga. Subhanallah".

Wanita: (Berderai air matanya, segera ia usap dengan tisunya) "Terimakasih Mas Mukidi, saya banyak mendapatkan pencerahan hidup. Semoga saya bisa berubah lebih baik”

Mukidi: “Aamiin YRA"  Subhahanallh🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼

Ustad : Qodri

9+9=19, Masa sich...

Jack Ma Disoraki & Diprotes Saat Tulis '9+9=19' Namun Jawabannya Membungkam Semua Orang

Siapa tak kenal Jack Ma, pemilik perusahaan e-commerce top dunia, AliBaba. Selain sebagai seorang pengusaha, Jack Ma juga dikenal sebagai salah satu motivator ulung kelas dunia. Setiap orang yang pernah bertemu dan mendengar pembicaaannya selalu merasa seperti terlahir kembali dengan pola pikir baru.

Referensi pihak ketiga
Dalam salah satu sesi bicaranya, Jack Ma pernah menuliskan ini di papan tulis:

2+2= 4
4+4= 8
8+8= 16
9+9= 19
Penjumlahan tersebuat adalah sebuah hitungan matematika yang terbilang mudah, namun seluruh peserta merasa aneh dan sempat mengira bahwa Jack Ma salah menulis jawaban pada penjumlahan terakhir.

Masa iya 9+9=19?

Saat itu semua peserta dengan serentak menyorakinya dan berkata bahwa penjumlahan terakhir salah. Jack Ma tersenyum dan dengan tenang mengakuinya. Bahwa jawaban soal terakhir memang salah.

Jack Ma kemudian berkata, "tapi 3 jawaban saya sebelumnya benar, kenapa kalian tidak memuji saya, dan hanya fokus melihat kesalahan saya di satu soal?"

Perkataan Jack Ma ini seketika membungkam seluruh peserta. Demikianlah hakikat kebanyakan manusia, mudah bereaksi keras ketika melihat kesalahan orang lain, membesar-besarkannya dan meniadakan seluruh kebaikan lain yang pernah diperbuat orang tersebut. Ibarat pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelanga.

Berdasarkan hal tersebut, Jack Ma berpesan kepada para pendengaranya, mengingat tabiat manusia yang demikian, maka seyogyanya ketika kita berbuat salah, janganlah terlalu sedih dan berlarut-larut di dalam penyesalan diri. Sebaliknya bangkitlah dan memperbaiki diri.

Karena kesuksesan sering kali diawali kesalahan demi kesalahan yang dijadikan pembelajaran.

Nah, Sahabat  sikap hidup Jack Ma ini sangat bisa loh kita adaptasi dalam kehidupan sehari-hari. Siapa tau kesuksesan menunggu kita.

- Tua itu pasti
- dewasa itu pilihan...
- Yang sulit menjadi org bijak...

Minggu, 27 Mei 2018

Gatot dan Fitri... Pacaran...

Dikisahkan gatot salah satu Santri Pondok Pesantren Nurul Islam Bungo, Gatot mudik kerumahnya di Dusun Danau karena sebentar lagi akan merayakan lebaran di rumah.

Saat itu sudah 3 tahun dia tak pulang ke rumah. Sebelum masuk ke pesantren gatot termasuk anak yang sangat nakal, bahkan ia pernah membuat malu keluarganya karena mabuk-mabukan, dan mencuri uang milik tetangganya.

Selain itu meskipun usianya masih remaja, gatot juga sering gonta-ganti pacar saat ia belum masuk pesantren, dan yang terakhir menjadi pacarnya adalah temannya sendiri saat masih duduk dibangku SMP, yang juga tetangganya, namanya Fitri

Meski telah masuk ke pesantren, namun tak ada kata putus diantara mereka.

Bahkan Fitri pernah berjanji kepada Gatot, bahwa ia akan setia sampai kapanpun.

Fitri pun mendengar kepulangan Gatot dari pesantren, hingga suatu malam saat gatot baru saja pulang dari Sholat Tarawih, Gatot dikagetkan suara ketukan pintu. Setelah mencoba mingintip dari cendela ternyata memang benar itu adalah fitri

Gatot saat itu merasa sangat binggung, dibukakan pintu atau tidak, karena pada saat itu kebetulan keluarganya sedang menghadiri acara di kampung sebelah, dan tinggalah gatot sendirian di rumah.

Karena tak ingin mengecewakan fitri, gatot pun akan membukakan pintu, namun saat itu ia mencari akal agar fitri tak berlama-lama dirumahnya, karena Gatot takut nanti malah jadi fitnah.

Ia masuk ke kamarnya dan memakai sarung yang baru saja ia lepaskan. Setelah memakai sarung, dan pecinya ia langsung bergegas membukakan pintu.

Sepertinya Fitri sangat senang bisa melihat yang pujaan hatinya, setelah menanyakan kabar satu sama lain, Gatot kemudian berkata kepada Fitri, "...Maaf ya malam ini saya ada janjian sama Pak Ustadz Yusuf untuk tadarus bersama di masjid..."

Dan Fitri ternyata memakluminya, dan memepersilahkan Gatot pergi tadarus, namun kali ini Fitri tak bisa ikut, mungkin lain waktu, ungkap Fitri.

Dimalam berikutnya justru Fitri yang selalu mengahampiri Gatot untuk tadarus di Masjid.

Hubungan mereka terus berlanjut hingga mereka berdua lulus dari perguruan tinggi, dan Gatot ternyata menepati janjinya, akhirnya mereka menjadi pasangan suami istri.

Sumber: kisah orang-orang Sekitar.

Indahnya Al Quran....

Yahya bin Aktsan bercerita:

Ketika Ma'mun menjadi seorang amir, dia memiliki sebuah majelis untuk berdiskusi. Suatu ketika, saat orang berdatangan, masuk pulalah seorang Yahudi yang berpakaian rapi, rupawan, dan memakai wewangian. Perkataan dan ungkapannya pun bagus tak kala berbicara.

Setelah majelis itu usai, Ma'mun memanggilnya.

"Anda seorang Yahudi?"

"Ya."

"Masuklah Islam niscaya aku akan memberi apa pun yang engkau minta." Lalu dia mengatakan janji ini dan itu.

Namun orang Yahudi itu menjawab, "Agamaku adalah agama nenek moyangku (masih tetap memeluk Yahudi)."

Setelah berlalu setahun, orang Yahudi itu datang lagi ke majelis tersebut dalam keadaan telah beragama Islam. Dia berbicara tentang fikih dengan bahasa yang sangat bagus dan fasih.

Sesudah majelis selesai, Ma'mun kembali memanggilnya. "Bukankah kau orang yang pada waktu itu?'

"Benar."

"Apa yang membuatmu masuk Islam?"

"Setelah aku meninggalkan majelis ini ketika itu, aku ingin menguji agama-agama. Engkau pun tahu, bahwa tulisanku sangat baik.

Lalu kutulis kitab Taurat sebanyak tiga manuskrip. Kuberi tambahan dan pengurangan di sana sini. Lalu aku masuk ke dalam rumah ibadah, ternyata dibeli dariku.

Demikian pula kutulis kitab Injil sebanyak tiga manuskrip. Kuberi tambahan dan pengurangan di sana sini, lalu aku bawa ke rumah ibadah mereka. Ternyata ketiganya juga dibeli.

Begitupun Alquran, aku tulis sebanyak tiga manuskrip dengan tambahan dan pengurangan di sana sini. Lalu aku bawa ke tempat penggandaan kitab. Mereka memeriksanya selembar demi selembar.

Saat tahu ada tambahan dan pengurangan pada manuskrip tersebut, mereka membuang dan tak mau membelinya. Dari sanalah aku tahu bahwa kitab ini dijaga dan dipelihara. Sebab itulah aku masuk Islam."

Sumber:

Al-Jami' li Ahkamil Qur'an. Imam al-Qurthubi. Juz 12 hal. 180 - 181. Mu'assasah ar-Risalah

Majalah Islami. Adz-Dzakhiirah al-Islamiyah. Vol 55 - hal. 58

artikelislam.net/karena itulah aku masuk islam

Sabtu, 26 Mei 2018

Suamiku.....Mantan pacarmu telepon...

"Suamiku... Mantan Pacarmu Telepon Nih…" Begitu Tahu 'Jawaban Si Suami', Hati Semua Orang Langsung Bergetar dan Merinding !!!

Istri: "Bang, HPmu bunyi tuh…"
Suami  : Halo?
Suami  : Iya, ini siapa?
Wanita : Ini aku, Marissa…
Suami  : Ooh! Wah, ada apa nih tiba- tiba telepon?
Wanita : Kamu bisa keluar sebentar gak? Sekarang aku udah di depan rumahmu.

Ya, Marissa adalah mantan pacar Tommy dulu. Entah mengapa ia tiba- tiba menelepon Tommy yang sudah menikah, bahkan mengajaknya bertemu! Tommy akhirnya minta izin pada istrinya..

"Gakpapa, bang, temui aja dulu… Aku percaya kok sama kamu!", kata istrinya.
Dibawah ini Marissa akan disingkat menjadi 'M', dan Tommy menjadi 'T'.

M     : Pergi minum teh, yuk!
T      : Ada masalah apa? Omongin sekarang aja. Udah malem nih, gak mungkin saya tinggalin istri di rumah sendirian, dia takut gelap.

M     : Aku udah cerai!
T      : Wah, kenapa? Bukannya suamimu sayang banget sama kamu?
M     : Gak, dia brengsek! Bisa- bisanya dia selingkuh dibelakang…*sambil menangis*
T      : Udah… udah…. Jangan sedih lagi, kamu masih muda kok, masih bisa cari yang lebih baik!
M     : Kamu benci aku gak?
T      : Tidak, semua masa lalu sudah dilupakan...
M     : Serius?
T      : Serius! Emang saya pernah bohong sama kamu?
M     :Kamu masih cinta sama aku gak?
T      : … Cinta…
M     : Kalo gitu kita nikah aja! Aku janji kita bakal jadi suami istri yang baik dan saling menyayangi!
T      : Marissa, saya sudah menikah…
M     : Kenapa? Bukannya kamu cintanya sama aku?
T      : Gak bisa, istri saya sangat mencintai saya, saya gak mungkin melukai dia…
M     : Kalau kamu gak berani ngomong, biar aku yang ngomong!
T      : Gak bisa!
M     : Memangnya kenapa?
T      : Karena saya adalah seorang pria.
M     : Kasih aku alasan yang jelas! Jelas- jelas kamu masih cinta sama aku, aku juga cinta sama kamu, kenapa kita gak bisa bersama?
T      : Kamu beneran ingin tahu alasannya?
M     : Iya…

Tommy pun menjawab..
1. Saya tahu mencintai seseorang itu tidak mudah, bahkan saya lebih mengerti bagaimana sakitnya dikhianati! Karena itu saya tidak ingin mengkhianati istri saya..
2. Yang memutuskan memilih dia sebagai pasangan hidup adalah saya, yang mengambil keputusan untuk menikahi dia juga saya. Saya sudah berjanji pada diri saya sendiri untuk memfokuskan hidup saya pada dia, saya tidak boleh melakukan hal- hal yang membuat dia sedih. Apapun masalah yang akan menimpa keluarga kami kedepannya, saya pasti tetap akan berdiri disampingnya dan melindunginya.
3. Dia sangat mencintai saya, dia sangat polos dan sangat baik. Ia melakukan dan memikirkan segala hal untuk saya. Sekarang saya bisa berada di hadapan kamu, juga karena dia yang menyuruh saya menemuimu. Dia tahu saya tidak akan meninggalkan dia, makanya dia pun setuju untuk menikah dan menyerahkan sepenuh hidupnya kepada saya. Kehidupan seorang wanita yang sudah menyerahkan diri, sama sekali tidak boleh diinjak!

T      : Mengerti?
M     : Iya, ngerti… Kalo gitu, kita jadi teman baik aja gimana?
T      : Gak perlu, saya gak perlu teman wanita lain lagi selain istri saya!
M     : Kenapa? Jelasin alasannya!

Tommy menjawab lagi..
Pertama, ketertarikan kita gak sama. Saya suka ini, kamu suka itu…
Kedua, kamu tidak akan bisa memberikan kepuasan seperti yang sudah istri saya berikan.
Ketiga, saya tidak punya waktu untuk menemani kamu belanja atau makan, karena saya akan melakukan semua hal itu dengan istri saya.
Keempat, istri saya bisa cemburu.
Jadi buat apa berteman sama kamu?

Hal yang paling membanggakan untuk pria bukan soal sudah meniduri berapa banyak wanita, melainkan bisa memiliki seorang wanita yang bersedia 'tidur' dengannya seumur hidup.
Hal yang paling membanggakan untuk wanita bukan soal memiliki berapa banyak pria, melainkan berapa banyak wanita yang bisa ditolak oleh pasangannya.

Pria, harus bisa menahan daya tarik dan godaan.
Sedangkan wanita, harus bisa bersabar terhadap rasa kesepian.

Saat istri saya masih gadis, ia hidup dengan keluarganya, dari kecil gak pernah makan sebutir beras dan minum setetes air pun dari keluarga suaminya. Tapi saat sudah menikah, ia harus meninggalkan keluarganya dan menyerahkan setengah masa hidupnya pada saya, ia juga harus menganggap orangtua dan saudara saya sebagai keluarganya. Kamu pikir aja, kalau saya tidak baik pada dia, apa saya masih bisa baik pada hati nurani saya sendiri?

Saat pria menemukan makanan kesukaannya, mereka pasti akan makan sangat banyak sampai puas. Akhirnya perut pun begah dan merasa tidak enak badan. Bayangkan saja, perut baru begah sebentar, para pria sudah tidak bisa tenang, apalagi wanita yang perutnya harus 'begah' selama 9 bulan saat hamil nanti? Tidak hanya itu, setelah bersakit- sakit hamil dan melahirkan, marga anak yang keluar nanti pun harus ikut ayahnya.....
Jadi, kalau saya jahat pada istri, bagaimana saya bisa mempertanggungjawabkan pengorbanan istri yang sangat besar itu?

Oleh karena itu, para suami dan pria yang baik. Janganlah bersikap jahat dan mengkhianati istri yang begitu mengagungkanmu.

Pria dan wanita sama- sama bisa 'sensitif', namun arah kesensitifannya berbeda. Pria sangat sensitif dalam melihat suatu hal atau masalah, bila ada hal yang tidak beres, maka pria akan marah; Wanita sangat sensitif pada perkataan, bila ia mendengar suatu kata atau kalimat yang tidak enak, maka ia sangat mudah untuk memasukkan kata- kata tersebut ke dalam hati dan sedih… Jadi, sebagai seorang pria, kamu harus menurunkan gengsimu, seringlah berkata manis pada istrimu, manjakan dia, dan buat dia senang…

Jangan pernah membandingkan istrimu dengan wanita lain. Fisik setiap orang memang berbeda- beda, mungkin di luar sana banyak wanita yang lebih cantik dan menarik, tapi yang setia belum tentu banyak. Bila kamu sudah mendapatkan istri yang begitu baik dan mengabdi padamu, hargailah dia.

Wanita zaman sekarang pun sudah banyak yang berkarir, sama seperti pria, mereka juga lelah bekerja seharian di luar sana. Terlebih lagi setiap bulannya wanita harus mengalami "penyiksaan datang bulan" selama beberapa hari, percaya deh, jadi wanita itu lebih capek. Setelah pulang kerja, wanita juga masih harus mengurus pekerjaan rumah, anak dan melayani suaminya. Jadilah suami yang bisa mendukung istrimu, ada pepatah mengatakan: Bila suami dan istri bekerja sama, maka keduanya tidak akan lelah. Hal ini bisa diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti di pekerjaan, rumah, menjaga anak dan lain sebagainya.

Sayangilah istrimu sendiri, bila kamu menemukan pasangan hidup yang bahkan lebih  mencintaimu daripada dirimu sendiri, maka hidupmu pasti akan jauh lebih mudah!

Peluk dan kecuplah ia setiap pagi, berterima kasihlah padanya ketika ia membantumu mengurusi segala urusan rumah tangga dan anak, hibur dia saat sedih, lindungi dia dari segala hal yang jahat.

#Mari_Sayangi_Isteri
#Isteri_Anugerah_Terindah
#My_Wife_is_My_Li

Kamis, 17 Mei 2018

Membaca ini... Kenapa air mata ini menetes.....

Jujur saya nangis baca ini... Semoga saya mendapat syafaat beliau ...
Baca sejenak..

Assalamualaikum..
Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat.
Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah.

Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kmdn, penuhlah Masjid dg para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendpt taushiyah dr Rasulullah SAW.

Beliau duduk dg lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yg tengah dilderitanpya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai sahabat2 ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu2nya Tuhan yg layak di sembah?"

Semua sahabat menjawab dg suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kpd kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu2nya Tuhan yg layak disembah."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."

Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yg Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yg menjadikan para sahabat sedih dan terharu.

Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dg manusia."

Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam hati masing2 berkata "Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yang banyak berhutang kpd Rasulullah".

Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba2 bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH, seorang sahabat mantan preman sblm masuk Islam, dia berkata:

"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".

Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tsb tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri di
belakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah".

Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yg sama."

Dengan suara yg agak tinggi, Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."

Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian.

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pd Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. bukankah Baginda sedang sakit..!?"

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah.

Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"

Bilal menjawab dg nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah utk memukul Rasulullah"

Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sdg sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya".

Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.

Tiba2 Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: "Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yg pertama beriman dg apa yg Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabtnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku".

Rasulullah SAW: "Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dg Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah. Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:

"Ukasyah..! kalau engkau mau mukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yg boleh menyakiti Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku..!."

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dg Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah, tiba2 berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.

Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yg sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dg Ukasyah" .

Ukasyah semakin dekat dg Rasulullah. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen.

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon. "Wahai Paman, pukullah kami Paman. Kakek kami sedang sakit, pukullah kami saja wahai Paman. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah, dengan memukul kami sesungguhnya itu sama dg menyakIiti kakek kami, wahai Paman."

Lalu Rasulullah SAW berkata: "Wahai cucu2 kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dg Paman Ukasyah".

Begitu sampai di tangga mimbar, dg lantang Ukasyah berkata:

"Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini."

Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:

"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah"

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa ber-lama2 dlm keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yg sangat indah, sedang bbrp batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian Rasulullah SAW berkata:
"Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu ber-lebih2an. Nanti Allah akan murka padamu."

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh2, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis se-jadi2nya,

Ukasyah berkata:
"Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku
melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dg tubuhmu.

Seumur hidupku aku ber-cita2 dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.

Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku ya Rasulullah..."

Rasulullah SAW dg senyum berkata:
"Wahai sahabat2ku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!"

Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat
bergantian memeluk Rasulullah SAW.

Semoga dengan membaca ini bila ada air mata ini membuktikan kecintaan kita kepada kekasih Allah SWT....

Allahumma sholli 'alaa Muhammad.
Allahumma sholli 'alayhi wassalam ...
Semoga Allah Swt. Sll meridloi kita semua, Amin

Senin, 14 Mei 2018

Seekor Kerbau Ustad Qodri Mati karena Opini...

Bagaimana seekor kerbau bisa mati hanya karena sebuah *OPINI*
:
1. Sehabis pulang dari sawah KERBAU rebahan dikandang dengan wajah lelah dan nafas yang berat. datanglah seekor anjing, kemudian kerbau berkata: "aah..temanku aku sungguh lelah dan kalau boleh besok aku ingin istirahat sehari saja".

2. ANJING pergi dan ditengah jalan dia berjumpa dengan kucing yang sedang duduk di sudut tembok, kemudian anjing berkata: "tadi saya bertemu dengan kerbau dan dia besok ingin beristirahat dulu. sudah sepantasnya sebab boss beri kerjaan terlalu berat"

3. KUCING lalu bercerita kepada kambing: "Kerbau komplain boss kasi kerjaan terlalu banyak dan berat, besok dia tidak mau kerja lagi".

4. KAMBING pun bertemu ayam dan dia berkata: "Kerbau tidak senang bekerja dengan boss lagi , mungkin ada pekerjaan yang lebih baik lagi".

5. AYAM pun berjumpa dengan monyet dan dia bercerita pula: "Kerbau tidak akan kerja lagi untuk boss dan ingin kerja ditempat yang lain".

6. Saat makan malam MONYET bertemu boss dan berkata: "Boss, si kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifat nya dan ingin meninggalkan boss untuk kerja di boss yang lain".

7. Mendengar ucapan monyet sang BOSS MARAH BESAR dan tanpa bertanya terlebih dahulu dia lalu menyembelih si kerbau karena dinilai telah berkhianat kepadanya.

Ucapan asli kerbau: *"SAYA LELAH DAN BESOK INGIN ISTIRAHAT SEHARI"* lewat beberapa teman ucapan ini telah berubah dan sampai kepada sang boss menjadi: "Si kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan ingin meninggalkan bossnya dan kerja pada boss yang lain".
Sangat baik untuk disimak:

1. Adakalanya *SATU PEMBICARAAN BERHENTI* hanya sampai telinga kita saja dan *TIDAK USAH* sampai kepada telinga orang lain.
2. *JANGAN TELAN BULAT-BULAT* atau percaya begitu saja *SETIAP BERITA* atau perkataan orang lain sekalipun itu keluar dari mulut orang terdekat kita. kita perlu *CHECK* and *RECHECK KEBENARANNYA* sebelum bertindak atau memutuskan sesuatu, konfirmasi dan crosscheck kepada sumbernya langsung.

3. *KEBIASAAN MENERUSKAN PERKATAAN* / berita dari orang lain bahkan dengan menambah atau menguranginya atau menggantinya dengan persepsi dan asumsi kita sendiri *BISA BERAKIBAT FATAL*.

4. *BILA RAGU* dengan ucapan / berita dari seseorang atau siapapun sebaiknya kita bertanya langsung kepada yang bersangkutan untuk *MENANYAKAN KEBENARAN INFORMASINYA* tsb.

Note:
*JADIKAN DIRI KITA FILTER* sehingga kita tidak mendatangkan celaka bagi orang lain atau *KEKELIRUAN INFORMASI

Sabtu, 12 Mei 2018

Istriku Menjaga Kehormatanku....

SEORANG ISTRI MENUTUPI KEMISKINAN SUAMINYA.

Ada sebuah kisah, ketika seorang suami menangis kepada sahabatnya.

Sahabatnya itu pun bertanya, "Kenapa kau menangis tersedu-sedu seperti ini?"

Sang suami menjawab, "Istriku sedang sakit demam"

Sahabatnya bertanya lagi, "Sebegitu cintanyakah kau?Sehingga istri sakit demam saja sampai menangis sangat dlm seperti ini?

Sang suami menjawab, "Kau tahu siapa istriku?".

Lalu sang suami menceritakan pada sahabatnya, Aku ini miskin, tdk punya pekerjaan tetap & setiap hari keluargaku hanya makan dngn kacang,itu pun jika aku pulang.

Jika aku tak pulang karena blm mendapat apa "untuk dimakan paling istriku hanya minum air atau berpuasa.

Suatu hari keluarga mertuaku mengundang kami untuk berkunjung ke rumahnya, kebetulan istriku berasal dari keluarga kaya.

Saat aku duduk berkumpul bersama mertuaku & keluarga yang lain di meja makan dengan hidangan yang mewah, aku tidak menemukan istriku. Lalu aku bertanya kepada ibu mertuaku,

"Dimanakah dia ibu?". Ibu mertuaku menjawab, "Istrimu sedang di dapur, dia mencari kacang.....Katanya dia sudah bosan dngn hidangan lauk & daging, sehingga dia sangat ingin makan kacang"
Ketika mendengar itu ayah mertuaku langsung memelukku sambil berkata,... "Terima kasih menantuku kau telah mencukupi nafkah anakku dngn baik, sampai "dia bosan makan daging & malah ingin mencoba makan kacang."

Saat itu dadaku tersesak, menahan tangis.

Lalu saat pulang ke rumah kami aku tak bisa lagi menahan tangis, sambil ku peluk erat istriku ...

"Betapa engkau sangat menjaga kehormatanku di hadapan orang lain wahai istriku walau pun itu orang tuamu sendiri, sedangkan aku tahu setiap hari kau hidup kekurangan disini, bahkan sampai tdk makan sama sekali."

Istriku hanya menjawab, "Aku berkewajiban menjaga kehormatanmu, Karena istri adalah pakaian suami & suami adalah pakaian istri. Karena itu istri adalah kehormatan suaminya, begitu juga pun sebaliknya suami adalah kehormatan bagi isterinya".

SEMOGA BERMANFAAT

Selasa, 24 April 2018

Jangan Pernah Ragu... Karena pertolongan ALLAH itu begitu Dekat...

Alkisah. Ibu Risa mengenal wanita itu sebagai seorang asisten rumah tangga di lingkungan komplek rumah. Mereka pun sering berpapasan, entah itu di sekolah anak, di jalan, atau di tukang sayur. Seperti halnya ketemu orang yang dikenal, mereka pun saling sapa dan tanya ini itu tentang kegiatan sehari-hari.

Suatu hari, saat bersiap-siap akan pergi, wanita itu tiba-tiba datang ke rumah ibu Risa dengan bercucuran air mata. Dia terpaksa menahan malu untuk meminta tolong. Tapi demi adiknya yang akan mengikuti ujian dan perlu biaya besar dia pun berniat menggadaikan motornya kepada ibu Risa.

Ibu Risa ikut sedih mendengar ceritanya. Apalagi dia bilang, ibunya sedang sakit-sakitan. Sambil bekerja sebagai ART, dia merawat ibunya yang berjalan pun susah karena mengalami pengapuran kaki. Ibu Risa berusaha berempati dengan mendengarkan cerita wanita itu.

Ibu Risa juga sebenarnya bingung harus membantu dengan apa karena dia memang tidak bekerja dan tidak memegang banyak uang. Ia hanya diamanahi uang belanja keperluan sehari-hari oleh suaminya. Akhirnya, dia mengatakan akan berbicara pada sang suami dan meminta kepada wanita itu untuk bersabar menunggu.

Hari demi hari berlalu. Suatu ketika, ibu Risa mengikuti pengajian di mesjid dekat rumahnya. Dia tertegun dengan perkataan sang ustadzah yang berceramah dan berkata, “Setiap orang yang minta tolong padamu, pasti tetap akan Allah SWT tolong. Baik oleh kamu maupun orang lain. Ini adalah tentang berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.”

Mendengar demikian, ibu Risa langsung teringat dengan wanita yang beberapa hari lalu datang ke rumahnya. Ibu Risa menyadari bahwa tak bisa dipungkiri ada tangan Tuhan yang menjadikan dia datang padanya untuk minta tolong.

Akhirnya, dengan niat menolong, ibu Risa pun pergi ke bank untuk mengambil tabungan anaknya untuk dipinjamkan kepada wanita itu. Memang tidak cukup seperti yang wanita itu butuhkan, tapi setidaknya bisa membantunya mencicil uang ujian adiknya.

Wanita itu pun berterima kasih dengan mata berkaca. Ibu Risa tahu, kondisi dia tak jauh lebih baik dari wanita itu. Ibu Risa juga tahu, manusia adalah tempatnya kecewa. Ibu Risa berharap, Allah SWT memberi wanita itu kemudahan dalam membayar hutangnya kelak dan Allah SWT juga memberinya keikhlasan dan kelapangan rejeki.

Ibu Risa tak ingin pusing memikirkan balasan kebaikan. Dia cukup percaya Allah SWT akan menolong hambaNya yang memohon pertolongan. Setelah ibu Risa memberi pinjaman kepada wanita itu, satu demi satu pertolongan Allah pun datang menghampiri ibu Risa. Tanpa diduga, tiba-tiba saja orang tuanya mengirim paket makanan dan angpao. Begitu pula rekeningnya bertambah jumlahnya dari kegiatan ngeblog yang dilakukan. Semuanya pas untuk memenuhi kebutuhannya.

Sahabat. Disadari atau tidak, ketika kita membantu dan memberi pertolongan kepada orang lain, sebenarnya kita juga sedang menolong diri sendiri. Ada saatnya kita akan menyadari kalau sesungguhnya pertolongan Allah SWT itu begitu dekat.

Pemuda yang mendapatkan 2 surga sekaligus...



Alkisah. Suatu ketika di zaman Khalifah Umar bin Khattab, ada seorang pemuda yang rajin datang ke masjid untuk shalat berjamaah, tertegun hatinya dan jiwa mudanya bergelora saat melihat seorang gadis muslimah.
Melihat ada peluang, ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menyatakan isi hatinya yang terlanjur tertambat pada gadis muslimah itu. Namun seketika imannya berbicara bahwa bukan begitu caranya mengungkapkan isi hati. Tidak dengan berduaan, karena yang ketiga adalah setan, serta tidak dengan berpacaran melanggar batas (hijab) antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya.
Akhirnya, pemuda itu pun tersentak dan tersadar akan apa yang baru saja dilakukannya. Ia pun segera meninggalkan gadis muslimah itu. Sesaat ia menyendiri dan menyesali dengan apa yang baru saja diperbuatnya. Ia menghela nafas panjang dan dalam, dan tiba-tiba “brug…!” ia terjatuh pingsan. Pamannya yang mengetahui keadaannya, bersama beberapa jamaah setempat, membawanya pulang ke rumahnya.
Setelah sadar, pemuda itu lalu berkata, ”Wahai paman, temuilah Khalifah Umar dan sampaikan salamku kepadanya. Tanyakan kepadanya, apakah balasan orang yang takut saat bertemu Tuhannya?”
Lalu, setelah pamannya menanyakan kepada Khalifah Umar dan Umar memberikan jawabannya, sang pemuda saleh itu pun meninggal dunia, menghadap Tuhannya.
Jawaban Umar adalah, ”Ia akan mendapatkan dua surga.”
Referensi pihak ketiga
Ternyata, bagi orang yang takut kepada Allah SWT, selalu berusaha menjalankan perintahNya dan meninggalkan maksiat, mampu menahan hawa nafsu, tidak terpedaya urusan dunia, maka, bagi orang seperti itu, kelak pada hari pembalasan akan dikaruniai Allah SWT dengan dua surga. Mereka mendapatkan dua surga, yakni surga sebagai balasan menunaikan ketataan, dan satu surga sebagai balasan meninggalkan kemaksiatan.
Rasulullah SAW menggambarkan bagaimana dua surga itu dengan kalimat, “Dua surga yang bejana dan semua yang ada di dalamnya terbuat dari perak, dan dua surga yang bejana dan semua yang ada di dalamnya terbuat dari emas. Dan jarak antara suatu kaum dan kesempatan mereka melihat Tuhannya hanyalah selapis selendang kebesaran pada wajahNya di Surga ‘Adn.”
Sahabat. Memang tidak mudah untuk menggapai rasa takut kita kepada Allah SWT, dan menjauhi godaan kemaksiatan yang ada di depan mata dan terbuka kesempatan untuk itu. Tapi justru di saat seperti itulah, Allah SWT janjikan dengan dua surga abadi. Bukan surga semu, kenikmatan sesaat, yang hanya akan menghalau ke jurang nista dunia dan neraka akhirat.

Nilai Luhur sebuah Keikhlasan...



Alkisah. Suatu hari seorang anak sedang berada di pasar. Entah kenapa, sejak tadi anak kecil itu mondar mandir di depan sebuah toko ramuan obat dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Ketika keadaan sudah mulai sepi, si anak kecil tadi menyelinap masuk dan mencuri beberapa ramuan obat.
Sayangnya, anak kecil itu ketahuan sang pemilik toko dan diteriaki maling. Akhirnya anak tersebut tertangkap dan hendak dihakimi warga yang ada di sekitar toko obat tersebut. Untunglah, saat itu seorang penjual mie ayam yang melihat kejadian itu lalu segera berusaha melindungi anak kecil tadi. "Sabar-sabar saudara-saudara, jangan langsung menghakimi seseorang, ini negara hukum", ucap si penjual mie ayam tersebut. "Saya yakin, tidak semua orang mau jadi pencuri kecuali memang keadaan yang memaksanya mencuri, apalagi ini masih anak kecil. Jangan main hakim sendiri," lanjut si penjual mie ayam.
Referensi pihak ketiga
Akhirnya, setelah si penjual mie ayam berhasil meredakan emosi warga, ia lalu bertanya kepada anak kecil tadi kenapa mencuri ramuan obat tersebut. Si anak kecil pun menjawab, "Ayah saya sakit keras dan butuh obat, sedang kami keluarga yang sangat miskin, untuk makan saja udah 4 hari ini saya dan ayah saya tidak makan. Ibu saya sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Saya kuatir kalau ayah saya tidak segera ditolong, ayah saya bisa meninggal", ujar anak kecil tadi sambil terisak menahan tangis dan gemetaran.
Si penjual mie ayam pun berkata, "Ya sudah, ramuan obat ini biar saya yang bayarin," sembari langsung memberikan sejumlah uang kepada toko ramuan obat tadi. Si penjual mie ayam juga memberi 2 bungkus mie ayam kepada si anak kecil tadi untuk di bawa pulang, buat makan bersama ayahnya.
Waktu pun berlalu, dan si penjual mie ayam itu pun kini sudah berumur lanjut, hidup sebatangkara bersama istrinya karena tidak dikarunia anak. Suatu hari, si penjual mie ayam ini pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Hasil diagnosa dari pihak rumah sakit adalah menyatakan bahwa dia harus pasang ring jantung dan perkiraan biaya adalah minimal 50 juta. Pihak rumah sakit mengatakan, "Jika memang setuju untuk dioperasi, maka akan dipanggilkan dokter spesialis penyakit jantung"
Hal ini tentu membuat istri si penjual mie ayam bingung bukan kepalang. Satu sisi dia ingin suaminya pulih seperti sedia kala, tapi di sisi lain dia tidak punya uang untuk biaya operasi. Akhirnya, keputusan pun diambil sang istri yaitu setuju untuk dioperasi. Untuk biayanya, dia akan berusaha mencari pinjaman. Dokter spesialis jantung pun didatangkan oleh pihak rumah sakit.
Sang istri pun mendatangi satu per satu tetangganya, teman, dan siapapun yang bisa dimintai tolong, namun tidak ada satu pun yang bersedia membantu. Dengan kondisi yang sudah lelah, sang istri pun kembali ke rumah sakit. Sang istri makin kaget karena suaminya dipindahkan ke kamar VIP yang biaya sewanya bisa berlipat-lipat. Sang istri pun masuk kamar di mana sang suami dirawat.
Hingga 3 hari kemudian, sang suami pun sadar dan pihak rumah sakit memperbolehkannya pulang. Sang istri pun dengan nada cemas berkata kepada pihak rumah sakit, "Tapi saya nggak punya uang, saya sudah berusaha kesana kemari untuk pinjam uang, namun belum dapat juga. Kalau boleh, tolong kasih tenggang waktu pembayaran agar bisa saya cicil."
Pihak rumah sakit tersenyum dan berkata, "Semua sudah dibayar lunas bu oleh pemilik rumah sakit ini dan pemilik rumah sakit ini juga yang mengoperasi suami ibu karena beliau adalah dokter ahli jantung. Beliau menitipkan secarik surat ini untuk bapak dan ibu", ujar pihak rumah sakit sambil memberikan secarik surat tersebut.
Sepasang suami istri itu pun lalu membuka surat tersebut dan membacanya, "Saya adalah anak yang dulu mencuri obat ramuan dan bapak dulu menolong saya bahkan memberi saya 2 bungkus mie ayam agar kami bisa makan. Sejak kejadian itu, saya bertekad untuk menjadi dokter dan menjadi orang sukses agar bisa bermanfaat untuk orang banyak, terutama yang butuh bantuan medis tetapi tidak memiliki uang. Saya sangat memahami bagaimana ayah saya dulu sakit keras, namun biaya sama sekali tidak bisa kami jangkau kala itu. Biaya operasi jantung serta kamar VIP serta seluruh obat-obatan sudah saya tanggung semua, namun saya meminta balasan atas itu semua kepada bapak dan ibu yaitu bersediakah bapak dan ibu menjadi orang tua angkat saya? Ayah saya sudah meninggal dan saya hanya hidup bersama anak dan istri saya. Mohon kabulkan permohonan saya ini. Salam."
Sahabat. Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik karena kita tidak akan pernah tahu bagaimana balasan yang Allah berikan atas kebaikan yang kita tebarkan. Biarlah itu menjadi urusan Allah.

Kyai Al Qodri Kaya Raya...

Alkisah. Ada seorang ulama kharismatik bernama Kyai Al Qodri membeli sebuah mobil mewah seharga hampir 500 juta rupiah. Padahal, di rumahnya sudah ada mobil yang juga cukup mahal, kira-kira harga 200 juta rupiah. Mobil mewah pun kemudian dipakai untuk mudik lebaran sebagaimana lazimnya para perantau yang lain.

Suatu ketika, datanglah seorang tamu bernama Imron Khan ke kediaman sang kyai untuk bersilaturrahim dan halal bihahal dengannya. Melihat dua mobil mewah terparkir di depan rumah sang kyai, si tamu itu pun tak tahan untuk bertanya, “Mohon maaf kyai. Itu mobil mewah kepunyaan kyai?”

"Ya, itu mobil saya. Kenapa? sang kyai bertanya balik.

"Enggak apa-apa, Kyai. Ngomong-ngomong harganya berapa? Kok keren banget?” ujar si tamu semakin ingin tahu

“Ah, itu mobil murah, cuma 475 juta.” jawab sang kyai.

Mendengar jawaban sang kyai demikian, si tamu pun tercengang. Benaknya mulai memberontak, rasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dalam hatinya dia bertanya, mana mungkin seorang kyai yang kesibukannya mengajar di pesantren mampu membeli mobil dengan harga demikian fantastis?

Entah apa yang ada dalam pikiran si tamu, tiba-tiba ia memberanikan diri untuk menegur sang kyai. “Mohon maaf, Kyai. Anda ini kan seorang kyai, kenapa Anda malah mengajarkan kepada santri untuk cinta dengan duniawi?”

"Kok bisa?” sahut sang kyai.

“Ya jelas, karena kyai membeli mobil mewah, padahal kan sudah punya mobil mahal.” tukas si tamu.

Lalu sang kyai pun menjawab, “Kalau orang melihat saya beli mobil, lalu mereka ingin seperti saya. Tapi kenapa kalau saya shalat malam orang tidak ingin seperti saya. Kalau saya zikir malam kenapa mereka tak ingin seperti saya. Kalau saya berbuat baik kenapa orang tak ingin berbuat baik seperti saya.”

Mendengar jawaban sang kyai, si tamu pun terdiam dan merenungkan apa yang baru saja diucapkan oleh sang kyai. Ia pun seperti sadar bahwa dirinya sudah terkena wabah iri terhadap hal-hal duniawi bukan iri terhadap hal-hal ukhrawi.

Sahabat. Hakikat cinta dunia sesungguhnya tak harus selalu diukur dari seberapa besar harta dan kekayaan yang dimiliki, namun sifat zuhud bergantung pada sikap batin. Seseorang yang memiliki kecenderungan hati pada kesenangan duniawi, meski tampak tak punya harta sama sekali, itu sudah masuk cinta dunia. Sebaliknya, meski memiliki harta kekayaan yang melimpah namun batinnya cenderung ke akhirat dan memanfaatkan harta untuk kepentingan agama, itulah sebenarnya hakikat zuhud yang sejati. Wallahu a'lam.

(bila ada kesamaan nama tokoh,  itu hanya kebetulan belaka)

Jumat, 16 Maret 2018






Ujian UKK 2016/2017







Selamat Ujian


SMKS ISLAM ANDALUSIA




SMK S ISLAM ANDALUSIA

Sei Mengkuang BTN Bungo Asri KM09 Arah Bangko
Visi kami menjadi lembaga pendidikan unggul dlm prestasi kompetitif, berwawasan lingkungan yang dilandasi IMTAQ dan IPTEK
MISI
1. mewujudkan sumberdaya manusia yang profesional
2.menciptakan budaya dan system pendidikan yang islami
3.menciptakan tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas, haroki dan islami
4.mencetak ulama intelektual dan intelektual ulama
5.mengkaderkan generasi qur'ani dan berakhlakul karimah
6.mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, asri dan humanis