Alkisah. Suatu ketika di zaman Khalifah Umar bin Khattab, ada seorang pemuda yang rajin datang ke masjid untuk shalat berjamaah, tertegun hatinya dan jiwa mudanya bergelora saat melihat seorang gadis muslimah.
Melihat ada peluang, ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menyatakan isi hatinya yang terlanjur tertambat pada gadis muslimah itu. Namun seketika imannya berbicara bahwa bukan begitu caranya mengungkapkan isi hati. Tidak dengan berduaan, karena yang ketiga adalah setan, serta tidak dengan berpacaran melanggar batas (hijab) antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya.
Akhirnya, pemuda itu pun tersentak dan tersadar akan apa yang baru saja dilakukannya. Ia pun segera meninggalkan gadis muslimah itu. Sesaat ia menyendiri dan menyesali dengan apa yang baru saja diperbuatnya. Ia menghela nafas panjang dan dalam, dan tiba-tiba “brug…!” ia terjatuh pingsan. Pamannya yang mengetahui keadaannya, bersama beberapa jamaah setempat, membawanya pulang ke rumahnya.
Setelah sadar, pemuda itu lalu berkata, ”Wahai paman, temuilah Khalifah Umar dan sampaikan salamku kepadanya. Tanyakan kepadanya, apakah balasan orang yang takut saat bertemu Tuhannya?”
Lalu, setelah pamannya menanyakan kepada Khalifah Umar dan Umar memberikan jawabannya, sang pemuda saleh itu pun meninggal dunia, menghadap Tuhannya.
Jawaban Umar adalah, ”Ia akan mendapatkan dua surga.”
Referensi pihak ketiga
Ternyata, bagi orang yang takut kepada Allah SWT, selalu berusaha menjalankan perintahNya dan meninggalkan maksiat, mampu menahan hawa nafsu, tidak terpedaya urusan dunia, maka, bagi orang seperti itu, kelak pada hari pembalasan akan dikaruniai Allah SWT dengan dua surga. Mereka mendapatkan dua surga, yakni surga sebagai balasan menunaikan ketataan, dan satu surga sebagai balasan meninggalkan kemaksiatan.
Ternyata, bagi orang yang takut kepada Allah SWT, selalu berusaha menjalankan perintahNya dan meninggalkan maksiat, mampu menahan hawa nafsu, tidak terpedaya urusan dunia, maka, bagi orang seperti itu, kelak pada hari pembalasan akan dikaruniai Allah SWT dengan dua surga. Mereka mendapatkan dua surga, yakni surga sebagai balasan menunaikan ketataan, dan satu surga sebagai balasan meninggalkan kemaksiatan.
Rasulullah SAW menggambarkan bagaimana dua surga itu dengan kalimat, “Dua surga yang bejana dan semua yang ada di dalamnya terbuat dari perak, dan dua surga yang bejana dan semua yang ada di dalamnya terbuat dari emas. Dan jarak antara suatu kaum dan kesempatan mereka melihat Tuhannya hanyalah selapis selendang kebesaran pada wajahNya di Surga ‘Adn.”
Sahabat. Memang tidak mudah untuk menggapai rasa takut kita kepada Allah SWT, dan menjauhi godaan kemaksiatan yang ada di depan mata dan terbuka kesempatan untuk itu. Tapi justru di saat seperti itulah, Allah SWT janjikan dengan dua surga abadi. Bukan surga semu, kenikmatan sesaat, yang hanya akan menghalau ke jurang nista dunia dan neraka akhirat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar